PURWOREJO – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menyerukan agar Pengurus Cabang NU di Jawa Tengah tetap kompak dan senantiasa menjaga soliditas. Terlebih menjelang Pilkada serentak yang akan digelar di 21 Kabupaten/ Kota di Jawa Tengah pada 2020 mendatang.

Seruan itu disampaikan Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidullah Shodaqoh saat melakukan konsolidasi PWNU Jawa Tengah dengan PCNU se Eks Karesidenan Kedu, Rabu (19/12) malam di STAI An-Nawawi Berjan Purworejo.

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan MoU antara STAI An-Nawawi dengan PWNU Jawa Tengah yang salah satu poinnya adalah pemberian beasiswa kepada Kader NU di Jawa Tengah yang hendak menempuh perguruan tinggi di STAI An-Nawawi dengan syarat melampirkan surat rekomendasi dari PCNU setempat.

“Jangan sampai agenda politik di daerah-daerah ini menjadikan sebab NU terpecah. Kita harus tetap kompak dan solid meskipun bisa saja antar pengurus ada perbedaan pilihan,” kata KH Ubaidullah.

Dalam kunjungan tersebut, KH Ubaidullah hadir didampingi oleh jajaran syuriah serta sejumlah pengurus tanfidziah PWNU Jawa Tengah. Sementara dari pengurus cabang tampak hadir pengurus PCNU Purworejo, Kebumen, Wonosobo, Magelang, Kota Magelang dan Temanggung.

Lebih lanjut Kyai sepuh yang akrab dipanggil Gus Ubaid ini mengungkapkan bahwa NU khususnya di Jawa Tengah memiliki pengalaman di berbagai agenda politik baik Pilpres, Pileg, Pilgub hingga Pilkada yang telah menguji soliditas pengurus maupun warga NU di akar rumput.

“Kami merasakan organisasi NU di semua tingkatan di Jawa Tengah berjalan dengan sangat baik semenjak kaderisasi di tubuh NU melalui PKPNU kurang lebih lima tahun terakhir. Apa yang telah kita bangun bersama ini jangan sampai terusik soliditasnya dengan agenda Pilkada yang sebentar lagi akan kita hadapi bersama,” katanya.

Sementara itu, KH Achmad Chalwani selaku tuan rumah sekaligus Wakil Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah dalam sambutannya menyampaikan bahwa NU tidak mempunyai watak untuk menghimpun suatu kekuatan dihadapkan dengan kekuatan lain, tetapi NU berwatak untuk menghimpun berbagai kekuatan untuk bersama-sama mewujudkan Rahmatan Lil ‘Alamin.

Ia juga menyinggung pentingnya jenjang karier kaderisasi di tubuh NU. Karier organisasi pengurus NU mestinya berjenjang dari tingkat ranting, naik ke MWC, PC, PW dan seterusnya. “Ini pesan Mbah Wahab Hasbullah. Kalau ada pengurus tiba-tiba masuk di kepengurusan wilayah tanpa melewati proses sebelumnya, ia tidak akan mengerti bagaimana susahnya mengurusi ranting,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tandfidziah PWNU Jateng, KH Muzammil menyampaikan bahwa kegiatan konsolidasi ini merupakan agenda rutin yang digelar oleh PWNU Jawa Tengah dalam rangka bersilaturahmi dengan pengurus-pengurus cabang NU di Jawa Tengah.

“Kami ingin mengetahui dan berdialog secara langsung problem-problem jamiyyah yang dihadapi di daerah seligus mensosialisasikan kebijakan-kebijakan PWNU Jateng,” tambahnya. (luk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here