KEMIRI, ansorpurworejo.org – Hari ini, tepatnya tanggal 22 Oktober 2020 merupakan peringatan Hari Santri Nasional. Pada peringatan tahun ini, diusunglah tema “Santri Sehat Indonesia Kuat”. Mengingat peringatan Hari Santri tahun ini berada di tengah Pandemi Covid-19.

Dalam memperingati hari santri ini, SMP Nurul Muttaqin Kemiri menggelar upacara bendera di Halaman SMP Nurul Muttaqin Kemiri, Kamis, (22/10/2020). Upacara ini juga menerapkan protokol kesehatan memakai masker. Upacara dimulai pada pukul 08.00 WIB.

Diikuti sebanyak 200 santri dan dewan guru. Rangkaian peringatan hari santri ini tidak hanya upacara saja, namun juga menggelar muhajadahan bersama bersama santri usai upacara. Inspektur upacara langsung oleh Kepala Sekolah SMP Nurul Muttaqin Kapipah, S.Pd.

Beda dari upacara biasanya, upacara hari santri ini tidak hanya menyanyikan lagu Indonesia Raya, namun ditambah dengan menyanyikan lagu Syukur, Mars Hari Santri, dan Syubbanul Wathon.

Kepala Sekolah SMP Nurul Muttaqin Kapipah, S.Pd menyampaikan bahwa hari ini merupakan upacara peringatan hari santri nasional 22 Oktober 2020.

“Total santri SMP Nurul Muttaqin sebanyak 436 santri, namun di upacara peringatan hari santri ini tidak semua santri ikut upacara, karena ini masih dalam pandemi covid-19 untuk mematuhi protokol kesehatan, jadi kami membatasi yang mengikuti upacara. ” kata Kapipah usai upacara.

“Dengan adanya peringatan hari santri ini dampakknya supaya santri punya motivasi tinggi untuk belajar giat tentang keagamaan, mengharapkan kepada santri yang lain agar bisa belajar dan bersekolah di SMP Nurul Muttaqin Kemiri, karena SMP kami ini sekolah berbasis pesantren.” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa dengan adanya undang-undang pesantren ini santri dan pendidikan pesantren sanggup meningkatkan tugas dan kontribusinya dalam pembangunan bangsa dan negara melalui fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Di tengah revolusi gelombang keempat (4.0), santri harus kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap nilai-nilai gres yang baik sekaligus teguh menjaga tradisi dan nilai-nilai usang yang baik. Santri dihentikan kehilangan jati dirinya sebagai Muslim yang berakhlakul karimah, yang hormat kepada kiai dan menjanjung tinggi anutan para leluhur, terutama metode dakwah dan pemberdayaan Walisongo. Santri disatukan dalam asâsiyât (dasar dan prinsip perjuangan), khalqiyat (jati diri), dan ghâyat (tujuan).

“Dasar usaha santri ialah memperjuangkan tegak lestarinya anutan Islam Ahlussunnah Waljama’ah, yaitu Islam bermadzhab. Di tengah kampanye Islam anti-madzhab yang menggemakan jargon kembali kepada Al-Qur’an dan Hadis, santri dituntut untuk cerdas membuatkan argumen Islam moderat yang relevan, kontekstual, membumi, dan kompatibel dengan semangat membangun simbiosis Islam dan kebangsaan. Demikian inilah yang dicontohkan Walisongo, terutama Sunan Kalijogo.” ucap Kapipah.

Afifatul Lutfiah, santri SMP Nurul Muttaqin mengatakan merasa sangat senang dan bersyukur bisa mengikuti upacara pringatan hari santri nasional 22 Oktober 2020.

“Walapun peringatan ini ditengah pandemi covid-19 agak berbeda sedikit pelaksanannya dari tahun kemarin. ” ucap Afifatul Luthfiah.

“Saya berharap santri-santri SMP Nurul Muttaqin ini bisa tambah maju. Dihari santri ini, santri bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar, untuk santri nasional terus belajar dan menambah ilmu di pondok pesantren, karena santri merupakan salah satu generasi penerus bangsa, ulama dan santri tetap optimis belajar. ” tambahnya.

“Lanjutan peringtan hari santri ini, kami juga akan menggelar bakti sosial pada hari sabtu, 24/10/2020 diwilayah kecamatan Kemiri. Rangkaian acara ini ditutup mujahadahan bersama dipimpin oleh K.H Imam Turmudzi. ” pungkas Kapipah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here