Breaking News
light_mode
Trending Tags

Embrio Rijaalul Ansor

  • account_circle Muhammad Hidayatullah
  • calendar_month Jumat, 22 Apr 2022
  • visibility 321
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Memang sangat ‘pas’ kalau Ansor beberapa tahun terakhir ini menggeber pengkaderan ‘langit’ melalui Rijaalul Ansor. Yang pertama tentu karena banyak sekali manfaatnya. Rijaalul Ansor bak pasukan langit yang menjaga agar kader-kader Ansor ini tidak hanya cakap baris-berbaris, tapi juga tidak kehilangan dimensi keagamannya. Apalagi Rijaalul Ansor ini banyak dipunggawai para gus-gus muda, ber Ansor pun makin terasa berkahnya.

Tapi disamping itu, sejarah mencatat bahwa para pendiri Ansor sudah sejak jauh-jauh hari mencita-citakan keseimbangan dalam perjuangan. Sebelum memiliki nama GP Ansor, organisasi yang kita cintai ini telah beberapa kali berganti nama. Jika kita tarik ke belakang, ada ANO, PNU, PPNU hingga Nahdlatus Syubban (NS) di tahun 1930. NS ini peleburan dari dua organisasi yang sama-sama didirikan santri mbah wahab, yakni Syubbanul Wathon (SW) dan Da’watus Syubban (DS). SW lebih fokus kepada gerakan kebangsaan, sementara DS dibentuk untuk gerakan keagamaan. Uniknya nama DS ini juga sempat diusulkan oleh kaum tradisionalis ketika Nahdlatul Wathonnya (1916) Mbah Wahab dan KH Mas Mansur mentok di persimpangan. Waktu itu, kaum modernis mengusulkan nama Mardisantoso.

Maka, pengkaderan Rijaalul Ansor yang masif hari ini, selain sebagai kebutuhan tentu juga sebagai sebuah panggilan sejarah. Dari dulu santrinya mbah wahab itu ya pandai baris-berbaris, ya pandai berdoa. Ini mandat sejarah yang harus selalu digalakkan Ansor di semua tingkatan. Ber Ansor yang kaffah berarti senantiasa menyeimbangkan gerakan, baik yang bersifat umum, maupun yang bersifat keagamaan.

  • Penulis: Muhammad Hidayatullah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Argumentasi Peringatan Maulid Nabi

    Argumentasi Peringatan Maulid Nabi

    • calendar_month Senin, 7 Nov 2016
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 2Komentar

    Secara istilah Maulid nabi Muhammad SAW merupakan perayaan kelahiran baginda Nabi SAW, dengan tujuan mengingat sirah beliau untuk menanamkan kecintaan kepadanya, serta mempraktikkan seluruh ajarannya. Ada sejarah tersendiri dari perayaan Maulid Nabi SAW. Menurut beberapa pendapat orang yang pertama kali mengadakan perayaan maulid Nabi SAWadalah Syaikh bin Muhammad Umar al-Mulla (Abad 6 H) dan kemudian […]

  • Pemikiran Islam Lokal Tuan Guru Bengkel

    Pemikiran Islam Lokal Tuan Guru Bengkel

    • calendar_month Jumat, 12 Agt 2016
    • account_circle admin
    • visibility 610
    • 2Komentar

    Muktamar ke-33 di Kota Santri Jombang merupakan momentum untuk menjadikan Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan yang berpegang teguh pada Islam yang wasathiyah (moderat), Islam Nusantara, Islam yang hidup ditengah-tengah ke-Bhineka-an. Tema yang diusungkan dalam Muktamar tersebut adalah Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia. Tema ini menegaskan komitmen NU untuk memajukan peradaban dari Indonesia […]

  • Pagar Nusa sebagai Ruang Pembinaan Remaja, Wabup Dion Ajak Kolaborasi Cegah Kenakalan Remaja

    Pagar Nusa sebagai Ruang Pembinaan Remaja, Wabup Dion Ajak Kolaborasi Cegah Kenakalan Remaja

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Akhmad Najeh
    • visibility 108
    • 1Komentar

    PURWOREJO – Pelantikan dan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Pengurus Cabang Pagar Nusa Kabupaten Purworejo masa khidmad 2025–2030 tidak hanya menjadi momentum pergantian kepengurusan, tetapi juga penegasan peran Pagar Nusa sebagai wadah pembinaan karakter generasi muda. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si., saat menghadiri kegiatan yang digelar di Pendopo Bupati Purworejo, […]

  • Empat Pilar Kekuatan NU yang Harus Dikombinasikan, Apa Itu?

    Empat Pilar Kekuatan NU yang Harus Dikombinasikan, Apa Itu?

    • calendar_month Senin, 24 Okt 2016
    • account_circle admin
    • visibility 518
    • 0Komentar

    Jakarta, NU Online Pola relasi organisasi Nahdlatul Ulama (NU) tidak bisa sebatas mengandalkan modernisasi struktur. Memasuki abad ke-2, NU sebagai organisasi harus mampu mengkombinasi empat pilar kekuatan yang dimilikinya, nasab, sanad, struktur, dan kultur.  Empat elemen ini, merupakan penataan pola relasi yang baik organisasi NU menghadapi perkembangan zaman yang semakin dinamis dan terbuka. Sebaliknya, justru […]

  • Saiful Anam Nahkodai Ansor Kemiri 2020 – 2022

    Saiful Anam Nahkodai Ansor Kemiri 2020 – 2022

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2019
    • account_circle admin
    • visibility 810
    • 0Komentar

    Kemiri, Purworejo – PAC GP Ansor Kemiri baru saja menyelenggarakan Konferensi Anak Cabang di SMK Maarif NU Winong, Minggu, 5-01-2019. Hasil dari musyawarah tertinggi Ansor Kecamatan Kemiri tersebut akhirnya mendaulat Sahabat Saiful Anam menjadi Ketua PAC GP Ansor Kemiri Priode 2020 – 2022. Menurut Alfin Zidni, Plt Ketua Ansor PAC Kemiri menyatakan bahwa kegiatan konferancab […]

  • PAC Ansor Kecamatan Pituruh, Gelar Selapanan Malam Selasa Pahing

    PAC Ansor Kecamatan Pituruh, Gelar Selapanan Malam Selasa Pahing

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 594
    • 0Komentar

    PITURUH, ansorpurworejo.org – Pimpinan Anak Cabang Ansor Kecamatan Pituruh melaksanakan Selapanan Rutinan Malam Selasa Pahing di Kediaman Sahabat Kaum Muh Yasir, Desa Megulunglor, Senin malam, 12/10/2020, pukul 20.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh Ketua PC Ansor Purworejo Kyai Khabib Anwar, Ketua LBH Ansor Purworejo Sahabat Muzayyin, SH, Muhajir, SHI, MHI, Muhammad Fajar Nasih, SH, Ketua […]

expand_less